Kamis, 10 November 2011

Liberalisme dan Neo-Liberalisme


Pengertian
Sebelumnya mari kita menjabarkan pengertian liberalisme dan neoliberalime
a.       Liberalisme: Liberalisme sendiri memiliki definisi yang luas dalam berbagai aspek, seperti di bidang politik, liberalism dimaknai sebagai sistem dan kecenderungan yang berlawanan dengan dan menentang ‘mati-matian’ sentralisasi dan absolutisme kekuasaan. Sedangkan, dibidang ekonomi, liberalism dimaknai sebagai suati sistem pasar dimana campur tangan pemerintah dibatasi (www.hidayatullah.com).
b.      Sedangkan, neoliberalisme adalah merupakan suatu gagasan yang terkait dengan upaya untuk kembali pada kebijakan ekonomi liberal klasik yang diusung oleh Adam Smith dan David Ricardo (www.lafadl.org).

Asumsi-Asumsi Dasar
a.       Liberalisme
Kaum liberal beranggapan bahawa asumsi dasar liberalism mengacu pada :
-          Mereka (kaum liberal) percaya bahwa seluruh umat manusia adalah makhluk rasional. (Jill Steans & Lloyd Pettiford.2009; 111)
-          Kaum liberal menilai kebebasan individu di atas segala-galanya. (Jill Steans & Lloyd Pettiford.idem)
-          Liberalisme menentang pembagian antara wilayah domestic dan internasional. (Jill Steans & Lloyd Pettiford.idem)
-          Keyakinan akan adanya kemajuan. (Robert Jackson & Georg Sorensen.2009; 139)
-          Mereka percaya bahwa hubungan internasional dapat bersifat kooperatif daripada konfliktual.(Robert Jackson & Georg Sorensen.2009; 139)
b.      Neoliberalisme
Sebenarnya tidak berbeda dalam asumsi-asumsi dasar yang ditetapkan oleh kaum liberal dan kaum neoliberal yaitu :
-          Mereka (kaum liberal) percaya bahwa seluruh umat manusia adalah makhluk rasional. ((Jill Steans & Lloyd Pettiford.2009; 111)
Hanya saja, kaum neoliberalis berusaha memperbarui pendapat kaum liberalis dengan menyetujui aumsi neo-realis yang menyatakan bahwa negara adalah aktor kunci dalam Hubungan Internasional, tetapi dengan tetap mempertahankan pendapat mereka sendiri bahwa aktor non-state juga dianggap penting (www.docstoc.com).

Sistem Internasional
a.       Liberalisme
Berbeda dengan pandangan kaum realis yang sistem internasionalnya lebih ke dalam tatanan bipolar, sebaliknya kaum liberal berepndapat bahwa sistem internasional dalam hubungan internasional lebih mengarah ke tatanan multipolar (Robert Jackson & Georg Sorensen.2009; 67)
b.      Neoliberalisme
Kaum neoliberalis sendiri tampaknya mengamini sistem internasional kaum realis yaitu anarki. Tetapi perbedaannya adalah kaum neoliberalis lebih ke arah bagaimana tercapainya suatu kerjasama dengan cara berkorporasi yang baik (www.docstoc.com)

Agenda Pokok
a.       Liberalisme
Agenda pokok yang dibahas oleh kaum liberal sendiri adalah mengenai kekuasaan pasar, kerjasama antar organisasi-organisasi internasional, perdagangan bebas (www.wikimu.com)
b.      Neoliberalisme
Sama sepertinya hal dengan pendahulunya yaitu kaum liberal, kaum neoliberalis sendiri membahas agenda pokok yang tidak jauh beda dengan kaum liberal, yaitu mengenai kekuasaan pasar, Penyebarluasan agenda-agenda ekonomi neoliberal ke seluruh penjuru dunia, free-trade (perdagangan bebas) (www.wikimu.com).

Aktor-Aktor Menurut Pandangan Liberalisme dan Neo-Liberalisme dalam Hubungan Internasional
a.       Liberalisme
Menurut pandangan kaum liberal, aktor-aktor yang dominan dalam teori liberalisme sendiri adalah state dan non-state aktor. Disini non-state aktor yang dimaksud oleh kaum liberal adalah individu karena individu dianggap dapat mengembangkan diri mereka masing-masing secara mandiri serta bisa berusaha untuk memakmurkan dirinya sendiri. Sedangkan negara bertindak sebagai pengawas dan pembuat aturan-aturan untuk semua tindakanyang dilakukan oleh individu agar tidak terjadi suatu penyelewengan. Meskipun state menjadi aktor dalam pandangan kaum liberal tapi perannya tidak dianggap begitu penting (www.one.indoskripsi.com).
b.      Neoliberalisme
Berbeda dengan pendahulunya yang mengganggap state atau negara perannya tidak begitu penting, justru menurut pandangan kaum neoliberalis negara tetap menjadi aktor yang penting dalam mengambil suatu keputusan dan memegang peranan politik internasional serta negara dianggap dapat menyediakan kesejahteraan individu (www.one.indoskripsi.com). Dan juga aktor-aktor  non  negara memainkan peran penting  dalam  kerja  sama internasional  yang menjadi karakter Tatanan  Ekonomi  Internasional Liberal (www.theglobalpolitics.com).

Perdamaian dan Keamanan
a.       Liberalisme
Pandangan liberal berasumsi bahwa perdamaian dunia bisa terwujud, jika hanya manusia bisa menyelidiki kapasitas-kapasitas alasan mengapa manusia berbagi sumber dayayang dimiliki untuk digunakan dalam penentuan mekanisme yang paling efektif dalam pembentukan pemerintahan dunia. Damai menurut liberalisme adalah keadaan hakikat semua negara. Damai yang dimaksud tidak hanya berarti ketiadaan perang seperti yang terjadi pada Perang Dingin tetapi damai berarti adanya kerja sama dalam suatu harmoni. Berbeda dengan realis yang menjadikan balance of power dengan sistem internasional bipolar, liberalis mengkonstruksi sistem internasional dalam tatanan multipolar. (Jill Steans & Lloyd Pettiford.2009; 151, Robert Jackson & Georg Sorensen.2009; 139)
b.      Neoliberalisme
Begitu juga dengan liberalisme, neoliberalisme berpandangan dalam mencapai suatu perdamaian dan keamanan diperlukan suatu tatanan multipolar karena mereka mengganggap tatanan mulitpolar lebih satbil disbanding bipolar yang dikuasai oleh 2 negara superpower. (Robert Jackson & Georg Sorensen.2009; 139)
Kesimpulan
Dari review diatas tentang 2 paham yaitu liberalisme dan neoliberalisme dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kaum liberalis maupun kaum neoliberalis memiliki suatu pandangan asumsi dasar yang sama dalam tatanan Hubungna Internasional hanya saja yang membedakan keduanya adalah pandangan mereka terhadap aktor yang memegang kendali penting dalam struktur internasional. Menurut liberalisme aktor yang memegang peran dominan adalah state dan non-state tetapi dalam liberalism aktor state perannya kurang begitu penting karena menurut kaum liberalis aktir non-state-lah (individu) yang memegang peran dominan karena invidu dianggap dapat mengembangkan dirinya sendiri dan memakmurkan diri mereka sendiri dalam memperoleh suatu kesejahteraan. Sedangkan menurut kaum neoliberalis, aktor yang memegang peranan penting tetap dipegang oleh aktor state. Kaum neoliberalis menerima dan menggunakan ide-ide pendahulu mereka (liberalism) tentang adanya kemajuan dan perubahan tetapi mereka menolak paham idealisme
Daftar Pustaka
Jackson, Robert & Sorensen, Georg.2009.Pengantar Studi Hubungan Internasional.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Steans, Jill & Pettiford, Lloyd.2009.Hubungan Internasional : Perpektif dan Tema.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=2220&I  (diakses 27 Maret 2010)
http://theglobalpolitics.com/?p=14 (tanggal akses27 Maret 2010)

0 komentar:

Poskan Komentar