Kamis, 10 November 2011

Perang Dunia I


1.     Deskripsi Perang Dunia
·         Perang Dunia 1 (1914-1918)
·         Latar Belakang Perang Dunia 1
            Perang dunia I terjadi pada abad ke-20 pada tahun 1914-1918. Pada abad ke-20, Eropa dibagi menjadi 2 blok sekutu yang berlawanan diantaranya adalah Inggris bersekutu dengan Serbia, Prancis, dan Rusia. Sedangkan Jerman bersekutu dengan kekaisaran Austria-Hongaria. Puncak dari ketegangan kedua kubu tersebut adalah terbunuhnya putra mahkota Austria-Hongaria Frans Ferdinand di kota Balkan, Sarajevo. Peristiwa terbunuhnya Frans Ferdinand merupakan salah satu sebab khusus terjadinya perang dunia 1 (www.dibalikperangdunia.com). Pembunuhan terhadad Frans Ferdinand tersebut dilatarbelakangi dengan kunjungan beliau ke latihan perang tentara perang Austria di Bosnia. Namun, Serbia menganggap latihan perang tersebut sebagai tindakan provokatif yang dilakukan oleh Bosnia karena Serbia sendiri ingin menguasai Bosnia pada saat itu. Dan putra mahkotanya dibunuh oleh kaum nasionalis Serbia, Austria pun menyatakan perang dengan Serbia dibantu oleh sekutunya Jerman, begitu pula dengan Serbia menyatakan perang dengan Austria dibantu dengan Rusia (www.e-dukasi.net).

·         Sebab-sebab terjadinya perang dunia 1 dibagi menjadi 2, yaitu
1.      Sebab-sebab umum
a.        Munculnya politik air hangat pada Perang Dunia I disebabkan karena Jerman menghalangi Rusia yang pada saat itu haus akan pelabuhan yang sangat strategis di Laut Tengah.
b.      Terbentuknya politik perkawanan diantaranya adalah Triple Alliance & Triple Entente.
c.       Perlombaan senjata untuk mempersenjatai diri dari masing-masing negara
d.      Perlombaan merebut daerah yang strategis, dan bahan baku.


2.      Sebab-sebab khusus
      Terbunuhnya putra mahkota austria Frans Ferdinand oleh tokoh nasionalis dari Serbia, Gabriel Princip

·         Proses Jalannya Perang Dunia 1
            Tokoh-tokoh yang terlibat PD 1 adalah
Ø  Blok Sentral : Jerman, Turki, Bulgaria, Austria-Hongaria
Ø  Blok Sekutu : Serbia, Rusia, Prancis ( semua berjumlah 23 negara)
            Strategi yang dijalankan selama perang dunia pertama terjadi adalah strategi perang parit. Ratusan parit didirikan oleh 2 kubu sebagai pertahanan bagi masing-masing tentara yang saling berperang. Selama beberapa tahun perang berlangsung, para prajurit tinggal dalam kegelapan dan ketegangan yang begitu dahsyat karena tiada hari tanpa pemboman dari masing-masing kubu. Kemudian pada tahun 1916, Jerman mengembangkan rencana baru untuk mendobrak garis barat yaitu dengan cara menduduki kota Verdun kota kebanggaan orang Prancis . Serangan dimulai pada tanggal 21 Febuari. Para pemimpin Jerman memerintahkan prajurit mereka untuk keluar dari parit mereka dan melakukan ekspansi terhadap kota Verdun. Namun, Jerman gagal dalam usahanya menduduki kota Verdun. Mengetahui hal tersebut, Inggris membalas kekejaman jerman terhadap warga Prancis dengan mengadakan Perang Somme yang menewaskan prajurit Inggris itu sendiri dikarenakan Jerman memiliki strategi yang dapat menghalau ribuan prajurit Inggris tersebut (www.dibalikperangdunia.com).

·         Berakhirnya Perang Dunia 1
            Kekalahan Jerman di blok barat menyebabkan kehidupan rakyat semakin terpuruk. Kaum Spartacis yang mengetahui hal tersebut berusaha menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh Kaisar Wilhelm II. Usaha yang ditempuh oleh kaum spartacis tersebut berhasil menjatuhkan pemerintahan dan menyerahkan pemerintahan Jerman kepada Elbert dari kaum nasionalis dan megubah sistem pemerintahan yang semula kekaisaran menjadi republik. Pada jaman pemerintahan Kaisar Wilhem II, Jerman diserang oleh sekutu yang memaksa Jerman menyerah dan menandatangani Perjanjian Versailles.www.e-dukasi.net)
·      Perang Dunia II (1939-1945)
·         Latar Belakang Perang Dunia II
Perang Dunia II mulai berkecamuk pada tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945. Perang ini terjadi karena dilatar belakangi oleh beberapa sebab. Pada perjanjian Versailles wilayah Prusia Timur (Jerman) dipisahkan dari Jerman dengan dibentuknya negara Polandia. Di negara Polandia terdapat kota Danzig yang dituntut oleh Jerman, karena penduduknya adalah bangsa Jerman tetapi Polandia menolak untuk menyerahkan kota Danzig. Pada tanggal 1 September 1939, Jerman menyerang Polandia dan meletuslah Perang Dunia II. Selanjutnya tanggal 3 September 1939 Inggris dan Prancis mengumumkan perang kepada Jerman. Pada tanggal 8 Desember 1941, Pearl Harbour diserang oleh Jepang dan pada tanggal 9 Desember 1941 Amerika Serikat mengumumkan perang kepada Jepang. Tanggal 11 Desember 1941 Jerman dan Italia mengumumkan perang kepada Amerika Serikat, sehingga perang meluas dan meliputi seluruh dunia.
Perang Dunia II juga terjadi karena beberapa sebab-sebab umum seperti kegagalan Liga-Liga Bangsa dalam menjalankan tugasnya, munculnya politik alinasi (politik mencari kawan), kekacauan dalam bidang ekonomi, munculnya paham ultranasionalisme, dan Jerman tidak mengakui lagi perjanjian Versailles.

·           Jalannya Perang Dunia II
Pada tanggal 1 September 1939, Jerman menyerang Polandia karena Polandia tidak mau menyerahkan kota Danzig tetapi Polandia mendapat dukungan dari Prancis dan Inggris untuk melawan Jerman. Lalu pada tanggal 7 Desember 1941, pesawat Jepang dikomandoi oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo melaksanakan serangan udara kejutan terhadap Pearl Harbor, pangkalan angkatan laut AS terbesar di Pasifik. Pasukan Jepang menghadapi perlawanan kecil dan menghancurkan pelabuhan tersebut. Selama tahun 1939-1942 pihak Jerman, Italia dan Jepang menang terhadap pihak Sekutu. Tetapi pada tahun 1943-1945 pihak sekutu telah mengalahkan Jerman, Jepang dan Italia. Amerika Serikat balik mengadakan serangan kepada pihak Jepang dengan merebut pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa, selain itu kota Tokyo juga dibom bakar. Lalu akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945. Setelah Adolf Hitler bunuh diri maka setelah itu juga Jerman menyerah kepada pihak sekutu (www.id.shvoong.com).

·           Akhir dari Perang Dunia II
Perang Dunia II berakhir dengan Sekutu mendaratkan pasukan di Pantai Normandia pada tanggal 6 Junii 1944. Setelah kematian Hitler, pada Mei 1945 Jerman menyerah pada Sekutu. Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh Amerika Serikat. Lalu pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu. Setelah Perang Dunia II berakhir, maka negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut, baik yang menang perang maupun yang kalah perang menempuh upaya perdamaian dengan mengadakan perjanjian perdamaian (www.indonesiaindonesia.com).

 2. Hubungan Nasionalisme Dengan 2 Perang Dunia
                        Pada abad 19 terdapat dua jenis nasionalisme di Eropa. Yang pertama adalah         keinginan subjek untuk memerdekakan bangsanya, seperti yang terjadi di negara-negara Balkan. Sehingga mengakibatkan ketidakstabilan dikarenakan banyaknya kekuatan yang terlibat. Kedua keinginan bangsa-bangsa independen untuk mendominasi dan meraih prestise. Dengan mengekspansi daerah kekuasaan atau negara lain di Eropa, sehingga persaingan ini dapat berkembang menjadi perang dunia. perang dunia pertama dan perang dunia kedua berawal dari Eropa yang kemudian menyebar ke Asia-Pasifik.
                        Nasionalisme pada perang dunia dapat berkaitan dengan perasaan terhadap            tanah airnya yang diserang atau dijajah untuk mempertahankannya. Dapat juga            berupa perasaan lebih terhadap bangsanya sehingga melakukan ekspansi-            ekspansi ke daerah kekuasaan atau negara lain untuk mengutamakan  bangsanya. Sehingga timbul keterkaitan rasa nasionalisme. Dimana satu bangsa yang merasa lebih dominan atau lebih baik daripada bangsa lainnya kemudian menyerang negara lain atau bangsa lainnya, sehingga akan timbul perlawanan dari pihak yang diserang untuk membela dirinya atau mempertahankan dirinya. Atau muncul perlawanan dari negara-negara yang bersekutu atau mempunyai kepentingan atau perjanjian. Sehingga hal ini mendasari terjadinya perang dunia.
            Pemimpin sebuah negara dengan menggunakan rasa nasionalisme masyarakatnya berusaha untuk memajukan bangsanya dengan cara-cara perang seperti yang dilakukan Adolf Htler dengan partainya Nazi. Berusaha mempropaganda bahwa bangsanya adalah bangsa terbaik sehingga berusaha untuk menghancurkan atau memusnahkan bangsa lainnya. Yang kemudian akan timbul atau muncul perlawanan dari bangsa yang diserang dan juga bangsa yang bersekutu dengannya seperti yang dilakukan Amerika Serikat yang berusaha untuk meredam kekuatan Jerman.
            Dan seperti yang dilakukan oleh jepang dengan rasa nasionalismenya melakukan ekspansi dan kolonialisasi terhadap daerah-daerah di Asia-Pasifik untuk memajukan bangsanya dalam berbagai sektor sosial. Yang kemudian dihadapi oleh Amerika Serikat ketika mereka menyerang pangkalan militer Pearl Harbour. Amerika Serikat yang diserang kemudian melakukan balasan terhadap Jepang, sehingga Amerika Serikat ikut berperan dalam perang dunia kedua yang bersekutu dengan negara-negara di Eropa untuk memerangi Jepang, Jerman, Italia.
            Peristiwa yang terjadi di Austria, di mana putra mahkota Austria dibunuh oleh orang Serbia. Sehingga menimbulkan kemarahan Austria terhadap Serbia yang kemudian menyerang Serbia sebagai bentuk pembalasan terhadap Serbia. Yang dimana peristiwa ini menjadi salah satu sebab terjadinya perang dunia pertama.

      3. Konstelasi Sistem Terhadap Perang Dunia 1 & Perang Dunia 2
·         Pada Perang Dunia 1
Konstelasi sistem internasional pada PD 1  itu ditandai dengan terbentuknya 2 kubu yang saling bertentangan. Terbentuknya kubu tersebut gencar terbentuk juga dilatarbelakangi dengan perang dingin dan terbunuhnya putra mahkota Frans Ferdinand di Sarajevo. Blok yang bersekutu tersebut diantaranya adalah blok Triple Alliance : Jerman yang beraliansi dengan Austria-Hongaria, dan Italia melawan Triple Entente Serbia yang beraliansi dengan Rusia, Inggris. Terbentuknya blok-blok persekutuan tersebut juga bida disebut dengan politik perkawanan.

·         Pada Perang Dunia II
Perang Dunia II merupakan perang yang paling dahsyat pernah terjadi di muka bumi. Kurang lebih lima puluh juta orang tewas dalam konflik ini. Perang Dunia II ini membuat banyak penderitaan terhadap rakyat yang tidak berdosa. Seperti pada tahun 1940, Jepang menduduki Vietnam, Jepang juga menyerang pangkalan udara Amerika Serikat di Filipina. Jepang menginvasi Filipina, dan juga Koloni Inggris Hong Kong, Malaya, Borneo dan Birma dengan maksud menguasai ladang minyak Hindia Belanda. Jepang juga menyerang Labuan, Brunei, Singapura, Semenanjung Malaya, Palembang, Tarakan dan Balikpapan yang merupakan daerah-daerah sumber minyak.
Bisa dilihat bahwa dalam Perang Dunia II ini negara Jepang merupakan negara yang dominan yang memiliki power untuk menguasai negara-negara yang mempunyai andil kecil seperti Vietnam, Birma, Filipina dan lain sebagainya. Jepang menguasai negara yang mempunyai andil kecil untuk diambil sumber daya alamnya dan memaksa rakyatnya untuk mau bekerja kepada negaranya. Sehingga disini rakyat dari negara yang mempunyai andil kecillah yang menjadi korban oleh adanya Perang Dunia II ini (www.indonesiaindonesia.com).

      4. Implikasi Perang Dunia Terhadap Sistem Internasional
            Dari latar belakang perang dunia 1 konflik utama yang menjadi penyebab adalah persaingan daerah pemasaran dan bahan baku dan juga adanya konflik awal yang dimulai dari pembagian kekuasaan diantara negara-negara yang memegang kekuasaan di Eropa. Mulai munculnya persekutuan antar negara di Eropa yaitu Triple Entete ( Prancis, Inggris, Russia ) dan Triple Aliance ( Jerman, Italia, Turki ). Dan dimulainya Perang yang disebabkan masalah dari dibunuhnya Putra Mahkota Austria Franz Ferdinand oleh salah satu seorang nasionalis Serbia pada tahun 1914. Sehingga terjadi perang antara dua kubu dan membawa alians alians negara-negara yang saling membela kubu-kubu itu. Karena perang besar yang terjadi di Eropa dan merugikan termasuk Jerman  kubu yang kalah dari perang dunia pertama yang mengalami kerugian paling besar.

                        Setelah berakhirnya perang dunia 1 berakhir pada tahun 1926 maka banyak institusi-institusi dari banyak negara untuk mencegah perang kembali. Woodrow Wilson sebagai Presiden Amerika negara yang netral yang menjadi penengah diantara dua kubu yang berperang memutuskan untuk membuat badan  yang menangani tentang masalah-masalah yang terjadi di antara negara-negara didunia yaitu League of Nation dan mencetuskan perjanjian diantar dua kubu yang berperang di perang dunia pertama yang dinamakan Threaty of Versailles. Perjanjian yang berisi tentang persempitan wilayah sentral dari Jerman yang menjadi pemasukan utama sangat merugikan Jerman. Tetapi Jerman harus menandatangani perjanjian itu karena kekalahan Jerman dalam perang dunia 1. Karena itu sistem pemerintahan di Jerman mulai goyah karena daerah kasa sentralnya telah dibatasi. Termasuk daerah industri bahan-bahan perangakat  besi, logam berat, dan alat-alat berat lainnya. Dan sistem pemerintahan yang mulai tersurut membuat Jerman harus membangun kembali dari awal termasuk juga sistem politik yang terbatasi yang membuat Jerman sedikit menutup hubungannya dengan negara lain. Dampak dari Perang Dunia pertama ini juga mempengaruhi Prancis dan Inggris yaitu di dalam sistem perekonomian. Utang besar terhadap Amerika sebagai negara yang memiliki perekonomian terbesar saat itu dalam persenjataan dan bahan-bahan perang dan juga karena mata uang pada saat itu digunakan membuat mereka tertekan untuk melunasi utang utang mereka. Maka dari itu mereka meminta Jerman untuk mensuplai dana untuk melunasi utang. Padahal pada saat itu Jerman sedang mengalami krisis yang paling kritis akibat kekalahannya pada perang dunia pertama. Sehingga Nation of League memberi pinjaman kepada Jerman untuk mendirikan kembali industri industrinya untuk membayar utang Prancis dan Inggris kepada Amerika. Setelah pembangunan sentral Jerman mulai berdiri maka tumbuhlah paham untuk mengangkat drajat Jerman kembali yang diperjuangkan salah satu pemimpin terbesar di Jerman yaitu Adolf Hitler sebelum dia menjadi presiden dan dipenjara.

                        Karena merasa Jerman kembali menjadi kuat maka timbul keinginan untuk memperluas kekuasaan. Akhirnya Jerman menyerang dan menaklukkan Austria, Ceko, Slovakia dan masih belum adanya tindakan dari Prancis dan Inggris. Setelah Jerman menyerang Polandia maka Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Inilah awal dari Perang Dunia ke-2 pada tahun 1939.    Adanya kubu kubu kembali diantara Jerman dengan dua negara itu membuat perang semakin luas. Perang besar terjadi di tiga benua tua yaitu Asia, Amerika, dan Eropa. Jepang sebagai negara revolusi baru dan membangun negara membuat Amerika sebagai adikuasa perekonomian dunia merasa terancam. Jepang memulai invasinya ke Asia Tenggara dan disaat itu pula Amerika turun dalam perang. Jerman yang dianggap sebagai musuh terkuat pun akhirnya diserang habis habisan oleh sekutu. Ditahun 1945 Hiroshima Nagasaki di bom Amerika dan membuat Jepang hancur. Begitu pula kekalahan bagi Jerman setelah ditarik mundur membuat kehancuran kembali menghantui negara ini. Jepang yang hancur dan telah kehabisan segalanya setelah perang memberi dampak buruk bagi perekonomian mereka. Begitu pula Jerman kembali mengalami kemiskinan kembali dan membuat Hitler merasa putus asa dan bunuh diri dan juga mereka dipisahkan menjadi dua bagian yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.

                        Begitu pula negara-negara jajahan negara-negara adikuasa mulai memerdekakan diri mereka sendiri dengan kondisi krisis akibat Perang Dunia ke-2. Terutama negara-negara di Asia Tenggara. Maka pada tahun 1945 didirikannya United Nation sebagai pengganti dari League of Nation yang gagal menjaga perdamaian dunia pada masa setelah Perang Dunia 1 dan kembali memunculkan pertikaian dan membuat terpecahnya perang dunia 2. Karena dampak dari Perang Dunia 2 sangat merugikan banyak negara maka dari sini pula ada pengaruh baru yang membuat United Nation semakin berperan penting. Mereka memberi pinjaman, memberi batasan batasan terhadap negara-negar besar untuk tidak kembali menjajah negara-negara kecil. Sehingga  Sistem Internasional mulai disempurnakan pada masa ini dan mulainya ada hubungan internasional di negara negara dunia.

                        Maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh Perang Dunia 1 dan 2 pada dunia sangat berpengaruh dalam Sistem Internasional. Dalam segi Politik Internasional, Ekonomi Internasiona, Hukum Internasional karena adanya interaksi antar negara melalui sistem perdagangan dan penjajahan.


     5. Implikasi Perang Dunia Terhadap Studi HI
         Perang dunia membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Implikasi terhadap studi HI digambarkan oleh adanya idealisme politik yang menyatakan perang dunia I membuka pintu terhadap revolusi paradigma  dalam studi  HI. Mereka menyatakan bahwa perang bukan tidak terhindarkan dan sering dapat dicegah  dengan menghapuskan lembaga yang mendorongnya. Perang  adalah  masalah  internasional  yang  memerlukan   usaha kolektif  atau multilateral dan bukannya usaha nasional  saja,  oleh sebab itulah masyarakat  internasional harus mengakui usaha  untuk  menghapus  institusi yang mendorong terjadinya perang.


Daftar Pustaka

          Gilbert, Martin. The First World War: A Complete History. New York: Henry Holt, 1996.
          Keegan, John. The First World War. New York: Vintage Books, 2000.
          B. H. Liddell Hart, A History of the World War, 1914-1918 (1934)
          Falls, Cyril, The First World War (London, 1960).
          Herwig, Holger, The First World War: Germany and Austria-Hungary 1914-1918 (London, 1997).
          Strachan, Hew (ed.), The Oxford Illustrated History of the First World War (Oxford, 1998)
          Ojong, P.K, Perang eropa,Jilid I, Cetakan I, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2005
          Ojong, P.K, Perang eropa,Jilid II, Cetakan I, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2005
           http://l32central.tripod.com/pd.htm
          Ojong, P.K, Perang eropa,Jilid III, Cetakan I, Jakarta: Penerbit Buku Kompas, 2005
          http://theglobalpolitics.com/?p=14

0 komentar:

Poskan Komentar