Jumat, 09 Maret 2012

Words Can Hurt You; or Who Said What to Whom about Regimes

Ernst B. Haas dalam artikelnya yang berjudul “Words Can Hurt You; or, Who Said What to Whom about Regimes”, berpendapat bahwa rezim adalah sebuah aturan dimana anggotanya berusaha untuk mengelola dan membatasi konflik kepentingan yang terjadi diantara mereka. Menurut beliau, teori mengenai rezim sendiri juga tidak disetujui oleh beberapa kalangan karena kata-kata yang mereka gunakan untuk menggambarkan konflik dan manajemen berasal dari tradisi normatif dan filosofis yang berbeda. Sangat berbeda sekali apabila dibandingkan dengan definsi yang disampaikan oleh Stephen D. Krasner di artikelnya yang berjudul Sructural Causes and Regime Consequences: Regimes as Intervening Variables, dimana beliau mendefinisikan rezim prinsip-prinsip, aturan-aturan, norma-norma, dan prosedur-prosedur dalam pengambilan suatu keputusan dimana aktor-aktor yang bertindak diharapkan akan bertemu pada sebuah single issues yang akan mereka bahas bersama. (Haas, 1982;23)
Haas juga berpendapat bahwa pelajaran mengenai rezim lebih dari sekedar pelajaran mengenai kerjasama internasional  yang hanya berkutat di permasalahan politik saja tapi studi mengenai rezim ini merupakan studi yang digunakan untuk memahami interaksi dari homo political dengan lingkungan dan budaya. Beliau juga berpendapat bahwa studi mengenai rezim juga menggambarkan berbagai macam pilihan mengenai masa lalu dan masa depan tentang kerjasama internasional di dalam sebuah konteks perubahan pemahaman diri. (Haas, 1982;24)
Artikel Words Can Hurt You; or, Who Said What to Whom about Regimes ini juga membahas mengenai LOS (Law of The Sea) sebuah rezim hukum laut yang muncul karena sebelum munculnya LOS, saat itu, batas laut suatu negara hanya di ukur dengan menggunakan tembakan meriam. Sedangkan, di luar laut tersebut sudah dianggap sebagai laut bebas, jadi setiap negara bebas untuk mengeksploitasi hasil kekayaan laut di wilayah tersebut, maka dari itu dibentuklah LOS untuk mengatur mengenai beberapa hal, pertama mengenai laut territorial, perairan Zona Ekonomi Eksklusif, dan landas kontingen suatu negara. (www.scribd.com)
Dalam artikel ini juga dijelaskan mengenai define rezim dari The Random House English Dictionary yang mendefinisikan rezim sebagai sebuah sistem yang berlaku (prevailing system). Order, system, dan regime tidak sama. Rezim adalah aturan-aturan yang disusun hasil buatan manusia (social institution) untuk mengatur konflik dalam mengatur kehidupan yang saling terkait satu sama lain. Haas sendiri juga mendefinisikan rezim sebagai aturan-aturan yang khas yang biasanya membahash isu-isu substantif dalam hubungan internasional yang ditandai dengan hubungan saling ketergantungan satu sama lain (interdependence). (Haas, 1982;26)
Artikel ini juga membahas mengenai rezim dan organic metaphor dan mechanical metaphor dimana organic metaphor terbagi lagi menjadi 3 pendekatan yaitu eco-environmental, the eco-reformist, dan the egalitarian. Ketiga pendekatan ini ingin berkonstibusi mengenai kelangsungan hidup segala macam spesies di dunia. Mereka juga menawarkan untuk mendiagnosa krisis yang terjadi atau problem yang terjadi tentang seputar masalah kehidupan umat manusia. (Haas, 1982;34) Sedangkan mechanical metaphor memiliki cara pandang yang berbeda dengan organic metaphor, mereka mengacu pada cara pandang teori yang berhubungan dengan alam, budaya, dan politik. Dan juga dikarenakan mechanical metaphor tidak mempunyai komitmen apa-apa terhadap logika evolusi pembangunan yang sesuai dengan pandangan mengenai perkembangan pada alam dan budaya dapat kita temukan didalamnya. (Haas, 1982;45)
Para pengikut aliran organic metaphor menunjukkan perhatian yang besar bagi masa depan manusia, tapi mereka menaruh sedikit perhatian terhadap pengaturan politik yang dibutuhkan untuk menjamin sebuah masa depan yang diinginkan. Dimana yang termasuk dalam Namun berbeda dengan para pengikut mechanical metaphor, sebaliknya mereka menaruh perhatian yang cukup besar terhadap sebuah aturan politik yang digunakan untuk menjamin suatu masa depan . Para pengikut mechanical metaphor sangat mahir dalam menjelaskan masalah politik dan ekonomi tapi mereka gagal ketika harus menyelesaikan masalah yang substantive dimana mereka bingung harus menggunakan politik atau ekonomi dalam menyelesaikan masalah tersebut. (Haas, 1982;52)
Pola pikir dari pendekatan-pendekatan tersebut mengenai LOS berbeda satu sama lain. Eco-voultionism dimana kepentingan para aktornya adalah peduli terhadap aturan-aturan dalam melakukan segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan laut serta membahas segala isu-isu yang berkaitan bagaimana suatu negara mendapatkan strategi untuk bertahan hidup. Eco-Reformism dimana kepentingan aktornya adalah peduli terhadap pemecahan masalah ekonomi, serta segala macam problem yang menyangkut masalah ekologi serta membahas isu-isu konservasi perikanan, mencegah polusi, serta pertambangan laut. Egalitarianism dimana kepentingan aktornya hanya berkutat pada kepentingan pribadi mereka sendiri (selfish), isu-isu yang dibahas mengenai luas dari laut territorial, luas dari laut kontinental, luas dari ZEE, pertambangan laut, konservasi perikanan, penelitian terhadap oseanografi, serta batas-batas perairan territorial. Liberalism sama seperti halnya dengan Egalitarianism dimana kepentingan aktornya hanya berkutat pada kepentingan pribadi mereka sendiri (selfish) serta isu-isu yang dibahas mengenai luas dari laut territorial, luas dari laut kontinental, luas dari ZEE, batas-batas perairan territorial, pertambangan laut, konservasi perikanan, penelitian terhadap oseanografi, serta upaya untuk meredam polusi. Mercantilism dimana kepentingan aktornya hampir sama dengan liberalism dan egalitarianism dimana kepentingan aktornya hanya berkutat pada kepentingan pribadi mereka sendiri (selfish) bedanya ini dilakukan dalam jangka waktu yang panjang sedangkan di egalitarianism dan liberalism hanya berada dalam jangka watu yang pendek, isu-isu yang dibahas sama seperti liberalism. Dan yang terakhir oleh mainstream dimana kepentingan aktornya hanya berkutat pada kepentingan pribadi mereka sendiri (selfish) serta isu-isu yang dibahas ditentukan sendiri oleh hubungan statis antar aktor-aktor . (Haas, 1982;54)
Kesimpulan
Dari review mengenai artikel dari Ernst B. Haas yang berjudul Words Can Hurt You; or, Who Said What to Whom about Regimes dapat disimpulkan bahwa rezim adalah sebuah aturan dimana anggotanya berusaha untuk mengelola dan membatasi konflik kepentingan yang terjadi diantara mereka , teori mengenai rezim sendiri juga tidak disetujui oleh beberapa kalangan karena kata-kata yang mereka gunakan untuk menggambarkan konflik dan manajemen berasal dari tradisi normatif dan filosofis yang berbeda. Beliau juga berpendapat bahwa studi mengenai rezim juga menggambarkan berbagai macam pilihan mengenai masa lalu dan masa depan tentang kerjasama internasional di dalam sebuah konteks perubahan pemahaman diri.
Dan salah satu contoh rezim yang mempengaruhi perubahan pola pikir dan membantu menyelesaikan permasalahan negara-negara di dunia adalah LOS (Law of The Sea) sebuah rezim hukum laut yang muncul karena sebelum munculnya LOS, saat itu, batas laut suatu negara hanya di ukur dengan menggunakan tembakan meriam. Sedangkan, di luar laut tersebut sudah dianggap sebagai laut bebas, jadi setiap negara bebas untuk mengeksploitasi hasil kekayaan laut di wilayah tersebut, maka dari itu dibentuklah LOS untuk mengatur mengenai beberapa hal, pertama mengenai laut territorial, perairan Zona Ekonomi Eksklusif, dan landas kontingen suatu negara

Daftar Pustaka
Artikel: Haas, Ernst. 1982. Words Can Hurt You:or Who said what to whom about regimes. Massachusetts Insitute of Technology
Tugas Hukum Laut dalam http://www.scribd.com/doc/29694316/TUGAS-hukum-laut , diakses tanggal 13 Maret 2011

0 komentar:

Posting Komentar